
Penyebab Karyawan Mudah Di Pecat : Bad Habbits
Seperti yang kita ketahui bahwa tindakan yang kita lakukan sehari-hari dapat menjadi karakter yang akan mempengaruhi masa depan. Artinya, kebiasaan baik akan membawa pada masa depan yang baik dan kebiasaan yang buruk akan menuntun pada masa depan buruk.
Habits atau kebiasaan adalah suatu hal yang selalu kita lakukan secara berulang-ulang tanpa kita pikirkan terlebih dahulu. Jadi bad habits adalah kebiasaan buruk yang kita lakukan terus menerus secara otomatis. Kebiasaan buruk ini sangat berpengaruh terhadap karir kerjamu, karena akan membuat atasan berpikir kita tidak profesional dan akhirnya di cap buruk. Berikut adalah bad habits yang dapat mempengaruhi karir mu
1. Tidak disiplin
Ngaret atau tidak disiplin adalah bad habits yang sangat buruk, terutama dalam dunia kerja. Setiap perusahaan pasti memiliki aturan yang harus ditaati karyawan, hal ini bertujuan agar pekerja tersebut dapat memberikan kontribusi secara maksimal. Selain itu, ketidak disiplinan akan berpengaruh kepada tanggung jawab yang telah diberikan, mereka akan menunda-nunda pekerjaan dan akhirnya tugas yang diberikan tidak diselesaikan secara maksimal. Jadi, ketika seseorang tidak disiplin, besar kemungkinan akan tergantikan dengan pendatang baru karena ketidak disiplinannya memberikan dampak buruk kepada perushaan.
2. Bergadang
Dilihat dari sudut pandang kesehatan, banyak efek negatif ketika seseorang bergadang. Beberapa diantaranya dapat melemahkan system kekebalan tubuh, gangguan metabolisme tubuh, kadar gula darah tinggi dan penurunan konsentrasi. Sedangkan dalam dunia kerja, dampak negative dari bergadang adalah menurunnya produktifitas kerja. Hal tersebut terjadi karena bergadang menyebabkan seseorang menjadi pelupa, menurunkan tingkat konsentrasi, membuat tubuh mudah kelelahan bahkan depresi dan gangguan kecemasan. Kebiasaan bergadang ini akan munurunkan kecakapan dan ketanggapan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.
3. Kecanduan media sosial
Media sosial tentu sangat bermanfaat bagi kehidupan ini. Melalui media ini kita bisa saling berkomunikasi dan berinteraksi tanpa batas. Namun demikian, media sosial ini memiliki dampak negatif terutama bagi orang yang sudah sangat kecanduan. Dalam dunia kerja, kecanduan media sosial sangat buruk bagi seorang karyawan. Ketika seorang karyawan tidak bisa menggunakan media sosial dengan bijak maka dia akan banyak menghabiskan waktu untuk bermain media sosial. Dampaknya, produktivitas karyawan menurun dan lebih jauhnya berimbas pada terhambatnya kemajuan perusahaan. Selain itu dampak negatif dari media sosial ini adalah akan membuat karyawan mudah terprovokasi dan termakan hoax, selalu mencari validasi dan kepuasan dari media sosial. Dampak negatif lain dari kecanduan media sosial adalah tidak menutup kemungkinan bahwa karyawan akan mengumbar permasalahan internal perusahaan di media sosial yang akhirnya akan memberikan pengaruh buruk pada citra perusahaan.
4. People Pleaser
Memang baik menjadi orang yang suka membantu orang lain, tetapi itu akan menjadi hal yang buruk ketika merepotkan diri sendiri. People pleaser sering diartikan sebagai orang yang tidak bisa mengatakan ‘tidak’ terhadap suatu permintaan, hal ini tentu akan merepotkan dirinya sendiri. Dalam dunia kerja, menjadi People pleaser akan membuat seseroang kehilangan jati diri, selalu setuju dengan orang lain, dan tidak bisa mengemukakan pendapatnya. Hal ini tentu sangat disayangkan apabila karyawan tersebut memiliki ide atau gagasan untuk perusahaan, namun tidak tersampaikan hanya karena dia tidak enak atau tidak berani untuk menyampaikannya.
5. Bergosip
Bergosip adalah hal yang sangat lumrah saat ini dan dianggap biasa saja. Padahal ini sangat merugikan karena tidak memberikan manfaat. Bukankah akan lebih baik jika waktu yang digunakan untuk bergosip dialihkan untuk mengupgrade diri? Dalam dunia kerja, kebiasaan bergosip akan melunturkan kepercayaan orang, baik kepercayaan dari atasan maupun sesama karyawan. Karyawan yang sering bergosip kemungkinan akan membicarakan rekan gosipnya sendiri ketika dia sedang bersama orang lain. Kebiasaan ini juga terkadang menyita waktu kerja sehingga produktivitas karyawan tersebut menurun. Lebih jauhnya, dampak negative dari kebiasaan ini adalah membuat toxic culture. Selain itu, bad habits ini akan membuat korban atau orang yang digosipkan menjadi tidak nyaman sehingga menciptakan sebuah ketegangan dalam lingkungan kerja.
Jadi, kebiasaan buruk sangat berpengaruh terhadap karir kerja bukan? Karena sejatinya perusahaan membutuhkan orang yang disiplin, mau belajar dan bekerja keras, gesit, selalu membuat ide baru dan bertanggung jawab terhadap tugasnya.